Adhitya Ramaputra:Dulu
Ga kebayang ama gw bakal nulis tentang sendiri di blog ini tapi setelah mengingat tulisan suatu buku yg gw lupa judul & Pengarangnya bahwa setiap manusia itu disarankan menuliskan kehidupannya sendiri karena siapa tau bermanfaat bagi orang lain…
maka diputuskan untuk menuliskan riwayat hidup seorang anak manusia yg dilahirkan dengan nama Adhitya Ramaputra
Sedikit uraian tentang apa itu mahluk bernama Adhitya Ramaputra
Tahun 1983 pada Jam 00.08 WIB tanggal 31 Desember gw dilahirkan dgn sehat,selamat & tidak kurang suatu apapun (Alhamdulillah) dari rahim seorang Ibu di Grogol
*[eits,bukan di RS Jiwa Grogol lho,tapi sekitar 500meter dari situ di Klinik BadanPersatuanKaryawanHotel Indonesia sekarang ganti nama jadi klinik rahmat]
Shakespeare bilang apalah arti sebuah nama tapi bagi orang tionghoa nama punya peran penting yg bisa mempengaruhi perjalanan hidup seseorang,
Nabi Muhammad SAW jg bilang berilah nama yg bagus bwt anak mu…maka berdasarkan hal tsb, ibunda tercinta telah sejak jauh hari sebelum kelahiran sudah menyiapkan nama yg bagus bwt anak pertamanya yaitu Adhitya Pandhika
akan tetapi menurut penuturan nyokap (sebenarnya sih gw yg interogasi) entah kenapa pada saat mau menulis nama di akte kelahiran,beliau hanya ingat nama depannya aja yaitu Adhitya
sedangkan nama belakangnya lupa(asumsi gw:msh cape setelah kelahiran anak pertama jd mengalami apa yg disebut dgn Short term memory loss) maka terjadilah sidang cabinet perumusan nama mendadak di klinik yg dihadiri oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam bidangnya:D
Setelah berbagai pihak melontarkan ide-ideya maka tiba saatnya memutuskan nama bagi bayi merah tsb,maka sebagai pimpinan sidang nyokap gw bertugas memilih nama dari usulan-usulan tsb dgn hak veto tentunya…
Akhirnya secara aklamasi dipilih nama belakangnya ialah “Ramaputra “(nama tsb merupakan satu kesatuan yg tidak dapat dipisahkan-red) dgn pertimbangan sebagai berikut:
Kata “Rama” itu diambil dari suatu nama grup seni teater di Jakarta dgn maksud agar anaknya kelak menyukai seni seperti ibunya..sedangkan kata “Putra” untuk menunjukkan anaknya berkelamin lelaki.
Namun demikian masih terdapat silang pendapat diantara para anggota sidang dalam memutuskan memakai nama keluarga atau tidak dalam akte kelahiran sehingga pada akhirnya terdapat dua kubu dimana:
Kubu A sbg pihak pendukung memakai nama keluarga berargumen bahwa nama keluarga berperan penting untuk menunjukkan nasab sehingga sang bayi nantinya tidak melupakan asal-usul dan menjalankan tradisi serta nilai-nilai keluarga besar
Kubu B sbg pihak penentang berargumen bahwa nama keluarga tidak perlu dicantumkan dalam akte kelahiran karna sang bayi akan hidup di NKRI dan bukan hidup di masa kerajaan dulu sehingga nama keluarga hanya bersifat symbol budaya semata dan masih tetap bisa menjalankan tradisi serta nilai-nilai keluarga besar
Akhirnya setelah mendengar argumentasi kedua pihak maka pimpinan sidang memutuskan untuk tidak mencantumkan nama keluarga di akte kelahiran namun tetap mengajarkan sang bayi sejarah keluarga serta tetap menjalankan tradisi serta nilai-nilai keluarga besar yg sesuai dengan perkembangan jaman.
tetapi tampaknya kedua kubu tsb masih harus berdoa lebih keras lagi agar si anak tetap menjalankan tradisi serta nilai-nilai keluarga karna ternyata jiwa kebebasan dalam diri Adhitya Ramaputra cilik sangat besar sehingga cenderung tidak menyukai tradisi yg kaku kalo keluarga bilang“ dasar anak bandel”
oleh sebab itu sampai menjelang taman kanak2 termasuk yg paling sering di gunduli kepalanya buat buang sial kata orang tua jaman dulu,,tapi hasilnya malah rambut gw jsi jadi tebal banget sampai-sampai kalo lupa potong rambut 3 bulan bisa jd kayak nidji gtu bahkan kepala bisa water proof kalo lg berenang
sampai juga si Adhitya cilik di dunia taman kanak-kanak yg indah dimana salah satu sad moment nya ialah sering jadi korban keisengan teman yg lebih besar secara dari sisi fisik keliatan menarik,gimana engga coba dulu itu badan kurus, kecil,item,dgn gaya rambut sama kayak giring nidji kalo jaman sekarang …
pernah juga dapat pengalaman traumatis saat kegiatan berenang bareng di kolam renang TK hampir tenggelam terkena badan anak yg besar saking penuhnya ama teman-teman se-TK…hiks…
Bersambung….